Kalo ke Palembang, Kalian Harus kesini !

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata Palembang? Tentunya pempek bawah air adalah hal pertama yang terlintas di benak Anda, bukan? Meskipun ada begitu banyak Anda dapat menjelajahi lebih banyak tentang kota terbesar kedua (setelah Medan) di pulau Sumatra. Dari bangunan, keindahan alam, hingga situs bersejarah Palembang, Anda dapat memikat perhatian Anda saat menghabiskan liburan di kota ini.

Dalam sebuah diskusi kecil tentang Palembang secara umum, kota yang menjadi ibu kota Sumatera Selatan itu pernah menjadi ibu kota kerajaan maritim Budha terbesar di Asia Tenggara. Karena itu, Anda akan menemukan beberapa arsitektur gaya Cina saat berada di Palembang. Bahkan beberapa kata kosa kata di Palembang juga memiliki kata-kata penyerapan yang diambil dari bahasa Cina. Selain itu, Palembang juga besar dengan nama Kerajaan Sriwijaya, yang berhasil mendominasi Semenanjung Melayu pada abad kesembilan, sehingga kota tersebut mendapat julukan “Bumi Sriwijaya”. Bahkan kota Palembang dibudidayakan sebagai kota tertua di Indonesia menurut prasasti Kedukan Bukit yang terletak di bukit Siguntang.
Visi Palembang ini pasti membuat Anda tidak sabar untuk mengunjungi kota, bukan? Sebelumnya, Anda dapat mencari tiket di bus ALS ke kota yang terkenal ini dengan Pempek untuk menemukan tujuan terbaik milik Palembang.

Masjid Cheng Ho

Awalnya, Masjid Cheng Ho dibangun untuk menjaga hubungan baik antara penduduk Palembang dan warga Cina, dan juga sebagai tempat untuk memperdalam Islam. Pada awalnya, Cheng Ho melakukan ekspedisi komersial, tetapi secara tidak langsung juga memperkenalkan Islam ke daerah yang ia kunjungi. Oleh karena itu, tempat ini adalah tempat yang sangat wajib untuk kunjungan Anda karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

Bukit siguntang

Seperti dijelaskan di atas, bukit ini adalah tempat ditemukannya prasati Kedukan Bukit. Bukit Siguntang adalah bukit kecil dengan ketinggian sekitar 30 meter di atas permukaan laut dan terletak sekitar 3 km dari Sungai Musi. Selama Kerajaan Sriwijaya, bukit ini dikenal sebagai tempat pemujaan bagi umat Buddha karena dianggap sebagai tempat yang tenang dan nyaman untuk bermeditasi. Sejauh ini, bukit itu masih dianggap sebagai tempat keramat dan masih banyak pengunjung yang datang mengunjungi makam bangsawan Palembang.

Jembatan Ampera dan Sungai Musi

Jembatan Ampera memiliki panjang sekitar 1.177 meter dan lebar 22 meter. Jembatan, yang merupakan ikon kota Pakembang, sering disebut sebagai Jembatan Bung Karno. Nama itu dimaksudkan sebagai cara berterima kasih kepada Soekarno, yang memperjuangkan keinginan rakyat Palembang yang menginginkan jembatan di atas Sungai Musi. Namun, Bung Karno tidak setuju untuk memberikan nama, sehingga nama Jembatan Ampera (Mandat penderitaan rakyat) menjadi nama pilihan. Selain itu, sungai yang mengalir di bawah adalah Sungai Musi. Sungai Musi adalah sungai terpanjang di Sumatera yang membagi Palembang menjadi dua bagian.

Pulau Kemaro

Pulau populer di Palembang ini terletak di tengah Sungai Musi. Di Pulau Kemaro ada kuil yang biasanya dikunjungi umat Buddha sebagai tempat ibadah. Di Pulau Kemaro ada juga pagoda sembilan lantai yang dibangun pada 2006, dan yang menarik ada juga pohon cinta di pulau ini. Yang mengatakan, jika Anda dan pasangan menulis nama di pohon, hubungan Anda dengan pasangan Anda akan terus berjalan.

Benteng Kuto Besak

Benteng yang terletak di tepi Sungai Musi, didirikan ratusan tahun yang lalu dan masih terlihat kokoh. Benteng Kuto Besak sering dianimasikan oleh para pedagang pasar malam yang melayani berbagai hidangan kuliner di malam hari, dan salah satu hidangan kuliner adalah Pempek. Selain itu, ada juga beberapa jenis PKL yang enak.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *